YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 27 Oktober 2014

Tulisan 2 : Mata kuliah Sistem Informasi Psikologi

Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia

Arsitektur komputer dan Kognisi Manusia adalah dua hal yang dapat dikatakan sama, mengapa dapat di katakan demikian?, karena Arsitektur komputer dan Kognisi manusia sama - sama mempunyai suatu proses, yang dimana proses tersebut bisa dikatakan sama, yaitu proses input sampai dengan output. Proses pada Arsitekur komputer dari input hingga output, Input adalah proses pemasukan data contohnya melalui keyboard, mouse, scanner , dan sebagai nya, lalu sesudah input, data di proses dengan prosessor, Setelah itu, data diolah dan dikeluarkan melalui monitor, printer, dan alat lainnya. tidak jauh beda dengan Arsitektur kompute, kognisi manusia pun demikian yaitu adanya stimulus energi berupa suara, cahaya dan lain - lain,yang kemudian masuk atau diterima oleh panca indera (sensory system), lalu energi yang masuk ke panca indera dihubungkan ke syaraf (Transduction), sensory detection iconic / echoic storage, CNS activity (aktifitas di dalam otak) & coding, memory & transformation, overt activity (hasil saat mengetahui informasi).

Tugas 2 : Mata kuliah Sistem Informasi Psikologi

Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia


Arsitektur Komputer




1. Pengertian Arsitektur Komputer


Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cacheRAMROMcakram keras, dll).

2. Tingkatan Dalam Arsitektur Komputer
a. Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardarwe ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software. Tingkatan dasar arsitektur komputer
b.  Multilayerd Machine
Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware.

Struktur Kognisi Manusia


1. Pengertian Stuktur Kognisi Manusia
Struktur merupakan cara sesuatu disusun atau dibangun, yang disusun dengan pola tertentu, sedangkan kognitif, Menurut Livingstone, kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri. Segala sesuatu tentang pengetahuan, kesadaran, kontrol yang dihasilkan dari proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri.

Norman (1999) Norman (1999) memilah kognisi  menjadi menjadi dua ::
a. experential experential cognition


b. reflective cognition

Menurut Livingstone, kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri. Segala sesuatu tentang pengetahuan, kesadaran, kontrol yang dihasilkan dari proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri.


2. Aspek yang mempengaruhi struktur kognitif :
a. Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
b. Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
c. Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
    Penggunaan Komputer di Bidang Psikologi Kognitif Memiliki Keterkaitan dengan:
      * Penyimpanan data Æ memory

      * Proses coding
      * Pembelajaran berbasis komputer (SPSS, games, CAI)
      * Proses persoalan yang dikaitkan dengan berpikir
      * Icon komputer (berhubungan dengan interaksi manusia dengan computer atau Human 



3. Cara berfikir manusia juga seperti proses kerja komputer, yang terdiri dari :
    Tahap 1 : memasukkan informasi (input).
    Tahap 2 : pemprosesan informasi (storage)
    Tahap 3 : pengeluaran informasi yang telah diolah (output) => berupa ide/perilaku


4. Tingkatan Kemampuan Kognisi Manusia menurut Bloom :
  1. Tingkat pengetahuan (knowledge level), berisi kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, dll.
  2. Tingkat pemahaman (comprehension level), dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb.
  3. Tingkat aplikasi (application level), di tingkat ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dll di dalam kondisi kerja.
  4. Tingkat analisis (analythical level), seseorang akan mampu menganalisa informasi yang yang masuk dan menbagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari skenario yang rumit.
  5. Tingkat sintesa (synthesis level), mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.
  6. Tingkat evaluasi (evaluation level), kemampuan untuk memberi penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai evektivitas atau manfaatnya.
5. Aspek kognitif
  1. Kematangan : semakin bertambahnya usia, maka semakin bijaksana seseorang.
  2. Pengalaman : hasil interaksi dengan orang lain.
  3. Transmisi sosial : hubungan sosial dan komunikasi yang sesuai dengan lingkungan.
  4.  Equilibrasi : perpaduan dari pengalaman dan proses transmisi sosial.
6. sistem yang mengatur kognitif :
  1. Skema : antar sistem yang terpadu dan tergabung
  2. Adaptasi, terdiri dari :
  • Asimilasi : terjadi pada objek yang meliputi biologis dan kognitif
  • Akomodasi : terjadi pada subjek

Keterkaitan antara Struktur Kognisi Manusia dan Arsitektur Komputer



Arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia mempunyai suatu  kesamaan, yaitu memiliki suatu proses, dan proses tersebut pun sama, yaitu proses mulai dari input hingga output pada sistem kognisis manusia dengan komputer.

yang dimana  kognisi beproses dengan cara terdapat hubungan antara proses mental yang terjadi dalam memecahkan masalah atau berfikir kreatif yang dilakukan berdasarkan landasan dari pengetahuan sebelumnya serta pengalaman yang ditafsirkan oleh sistem syaraf. Dan proses arsitektur komputer adalah ilmu, seni, dan cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras dalam konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari sebuah sistem komputer untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja serta target, dimana hal tersebut dilakukan oleh  seorang programer.


Kelebihan dan Kelemahan Struktur Kognisi Manusia dan Arsitektur Komputer


Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
Kelebihan :
1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan :
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka
Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur computer, yaitu :
Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
2. Harganya sangat mahal
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
4. Kerjanya sangat lama
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar

Sumber: 
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/analisa-struktur-kognisi-manusia-dan-arsitektur-komputer/
Solso, M. (2008). Psikologi kognitif. Jakarta : Erlangga
http://www2.ukdw.ac.id/kuliah/info/TI1143/03-KerangkaKognitif.pdf
https://www.academia.edu/6504965/Pengertian_dan_Tujuan_ARSITEKTUR_KOMPUTER?login=&email_was_taken=true
http://fadlandyta.wordpress.com/2012/03/30/analisa-perbedaan-struktur-kognisi-manusia-dan-arsitektur-komputer/
http://lisanofrianti.blogspot.com/2012/04/perbedaan-struktur-kognisi-manusia-dan.html 
https://www.google.co.id/urlsa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=13&cad=rja&uact=8&ved=0CCcQFjACOAo&url=http%3A%2F%2Fmti.ugm.ac.id%2F~yudha%2FORKOM%2FPERTEMUAN%25201.ppt&ei=UO5OVOXCIuTRmwWZn4KgBA&usg=AFQjCNEDv3Xz8MokQmhbdnrvClEQ7phshQ&sig2=CMvkAXpjJE-23P8opAeD7Q&bvm=bv.77880786,d.dGY

Jumat, 17 Oktober 2014

Tulisan 1 Mata kuliah Sistem Informasi Psikologi

e-psikologi website yang mempermudah kita mecari info tentang dunia Psikologi




www.e-psikologi,com  adalah sebuah website tentang psikologi,yang ada sejak januari tahun 2005,ada pun website ini berisi fitur-fitur seperti berikut ini :
1.artikel artikel tentang psikologi.
2.konseling secara online.
3.kuis.
4.survei.

    

               Artikel artikel tentang psikologi





Salah satu fitur dari website ini adalah kita bisa mendapatkan beberapa artikel psikologi dengan cara mengklik salah satu gambar yang ada disekeliling gambar garpu  tala,contoh nya bila kita mengklik gambar yang berbentuk otak manusia kita akan mendapatkan atikel tentang psikologi klinis,selain psikologi klinis,kita juga bisa mendapatkan artikel tentang psikologi yang lain apa bila mengklik gambar yang lain yang ada disekeliling garpu tala.



Konseling secara Online


Salah satu fitur ini adalah kita bisa konseling secara online,sebelum kita memulai konseling pertama tama lita harus member login,atau bila belum terdaftar bisa mendaftar terlebih dahulu.


Setelah login atau mendaftarkan diri,kita akan mengisi data diri kita,seperti nama,umur,jenis kelamin,kota,tanggal lahir,email,dan permasalahan apa yang kita alami,setelah mengisi data dan pemasalahan apa yang ingin kita cerita kan,tunggu beberapa waktu,untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang kita cerita kan.


Kuis dan survei





Fitur yang lain lagi dari website ini adalah kuis dan survei,kuis yang ada dalam website ada banyak macam nya,salah satu nya adalah kuis Logical,kuis logical ini kuis dimana kita dimana mengisi beberapa pertanyaan yang hasil nya nanti akan mengambarkan nila logika kita,sedangkan survei berisi beberapa pertanya tentang e-psikologi tersebut.


Manfaat 

Manfaat website ini adalah kita dapat mudah menemukan artikel-artikel tentang beberapa cabang psikologi yang bisa menambah ilmu kita tentang beberapa cabang tersebut,dan kuis kuis yang ada dapat memberikan nilai nilai yang ada dalam kita yang bisa kita jadi kan acuan untuk diri agar menjadi lebih baik lagi





sumber :

Tugas 1 Mata Kuliah Sistem Informasi Psikologi


Sistem Informasi Psikologi

Saya akan menjelaskan apa  kah yang dimaksud dengan sistem informasi Psikologi,  tapi sebelum nya saya akan menjelaskan satu persatu apa yang dimaksud dengan sistem, informasi, sistem informasi, psikologi dan sistem informasi psikologi, agar dapat dimengerti dengan jelas :

1.   Sistem
a.       Pengertian Sistem
suatu susunan elemen yg  membentuk suatu kegiatan atau suatu  prosedur/skema yg berorientasi ke arah  tujuan yg sama dengan melalui pengoperasian  data dan energi dan materi ke  dalam sewaktu-waktu untuk memperoleh   suatu informasi dan/atau energi dan atau  materi
Menurut Lani Sidharta (1995), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984) Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.

Menurut Murdick, R.G, (1991) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.

Menurut Jogianto (2005) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Dengan demikian sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagaian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit

b.      Karekteristik Sistem
Jogianto (2005: 3) mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni :
1). Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2). Batasan sistem.
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.
3). Lingkungan Luar Sistem.
Lingkungan luar (evinronment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dana dapat juga bersifat menguntungkan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan berupa energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. sedang lingkunagn luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kalangsungan hidup dari sistem.
4). Penghubung Sistem
Penghubung (interfance) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainya. melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainya membentuk satu kesatuan.
5). Masukan Sistem
Masukan (input) sistem adalah energi yang masukan kedalam sistem. masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya tersebut dapat beroperasi.signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. sebagai contoh didalam komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6). Keluaran Sistem
Keluaran (output) sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklafikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7). Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
8). Sasaran Sistem
Sebuah sistem sudah tentu mempunyai sasaran ataupun tujuan. Dengan adanya sasaran sistem, maka kita dapat menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran apa yang akan dihasilkan sistem tersebut dapat dikatakan berhasil apabila mencapai/mengenai sasaran atau pun tujuan.

c.      Bentuk – Bentuk sistem
Menurut Jogiyanto HM., (1999: 687), Sistem dibagi menjadi beberapa bentuk, antara lain:
·         Sistem abstrak, adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak tampak  secara fisik.
·         Sistem phisik, adalah sistem yang ada secara phisik.
·         Sistem alamiah, adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia.
·         Sistem buatan manusia, adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
·      Sistem tertentu (deterministik system), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah  laku yang sudah dapat diprediksi sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.
·      Sistem tak tentu (probabilistik system), adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
·         Sistem tertutup, adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.
·         Sistem terbuka, adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Husni Iskandar Pohan dan Kusnasriyanti Saiful Bahri (1997) menjelaskan bahwa pada dasarnya hanya ada dua jenis sistem yaitu:
·         Sistem alami seperti sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dan lain sebagainya.
·         Sistem buatan manusia seperti sistem hukum, sistem perpustakaan, sistem transportasi dan lain sebagainya.

d.      Pelaku dari sistem
pelaku dari sistem yang dimaksud terdiri dari tujuh kelompok yaitu:
1)      Pemakai
Pada umumnya ada tiga jenis pemakai yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2)      Manajemen
Tiga jenis manajemen yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang diterapkan dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan.
3)      Pemeriksa
Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahan sejenis.
4)      Penganalisa Sistem
Fungsi-fungsinya antara lain adalah sebagai:
Arkeolog; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan; bagaimana sistem tersebut dijalankan, dan segala hal menyangkut sistem lama,
Inovator; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain,
Mediator; yaitu yang menjalankan  fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama,
Pimpinan proyek; penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5)      Pendesain Sistem
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6)        Programmer
Setelah pengnalisa sistem memberikan hasil kerjanya dan kemudian diolah oleh pendesain sistem baru programmer dapat mulai bekerja. Karena itu programmer baru mulai bekerja setelah penganalisa sistem selesai dengan pekerjaannya.
7)      Personil pengoperasian
Pelaku ini bertugas dan bertanggung jawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan, dan back-up.
Sebuah sistem secara umum adalah terdiri dari masukan, pengolahan, dan keluaran yang terdiri dari bagian-bagian yang selalu terkait dan beroperasi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem – sistem bagian (subsystems) dimana masing – masing subsistem dapat terdiri dari subsistem – subsistem yang lebih kecil lagi atau komponen – komponen, yang saling berhubungan dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated) sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai.

2.   Informasi
a.    Pengertian Informasi

Data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan) Informasi menjadi penting, karena berdasarkan informasi itu para pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif perusahaannya. Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan dengan metode ataupun cara – cara tertentu.
Menurut Gordon B. Davis (1991), Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Menurut Lani Sidharta (1995), Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan
Menurut Jogiyanto HM., (1999), Informasi dapat didefinisikansebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan
Dengan demikian Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya  (Wikipedia - Indonesia).Secara umum informasi dapat didefinisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

3.   Sistem Informasi
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Menurut Mc leod Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi
Menurut O’Brien (2005, p5),  sistem  informasi   adalah   suatu   kombinasi terartur apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1 tentang komponen sistem informasi.
menurut Lani Sidharta (1995), Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen – komponen manual dan komponen – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi untuk pemakai”
Sistem informasi didefinisikan Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam buku Jogiyanto HM., (1999), Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut Gordon B. Davis (1991), Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
Jadi dapat disimpulkan Sistem informasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang terintegrasi secara optimal dan berbasis komputer yang dapat menghimpun dan menyajikan berbagai jenis data yang akurat untuk berbagai macam kebutuhan.

4.   Psikologi
a.    Pengertian Psikologi


Psikologi  (dari  bahasa  Yunani  Kuno:  psyche  =  jiwa  dan  logos  =  kata)  dalam  arti  bebas  psikologi  adalah  ilmu  yang  mempelajari  tentang  jiwa/mental.  Psikologi  tidak  mempelajari  jiwa/mental  itu  secara  langsung  karena  sifatnya  yang  abstrak,  tetapi  psikologi  membatasi  pada  manifestasi  dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses  atau  kegiatannya,  sehingga  Psikologi  dapat  didefinisikan  sebagai  ilmu  pengetahuan  yang  mempelajari  tingkah  laku  dan  proses  mental.  Secara  keseluruhan  dapat  disimpulkan  bahwa  psikologi  sebagai  studi  ilmiah  mengenai  proses  prilaku  dan  proses-proses  mental.  Psikologi  merupakan  salah satu bagian dari ilmu prilaku atau ilmu sosial.

5.   Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi.
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.

Sumber :
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-menurut-para-ahli.html
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-sistem-informasi-menurut.html