LINGKUP DATA
Hirarki
Data
Hierarki adalah urutan atau aturan dari tingkatan abstraksi
menjadi seperti strukturpohon. Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan
yang khusus atau berdasarkan peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung
jawabnya). Konsep pewarisan (inheritance) merupakan prinsip hierarki ini,
dimana metode dan / atau atribut yang ditentukan dalam sebuah objek kelas dapat
diwariskan atau digunakan lagi oleh objek kelas lain di bawahnya. Satu sistem
dapat mempunyai abstraksi hierarki yang banyak, contohnya : aplikasi financial,
kita dapat mempunyai tipe-tipe pelanggan dan simpanan yang berbeda-beda.
Sebagai contohdari penggunaan level pada hierarki adalah pada suatu asset,
dapat diturunkan tingkat abstraksinya menjadi hierarki Bank Account, dan Real /
Estate, pada Bank Account dapatdibuat hierarki lagi untuk menurunkan lagi abstraksinya
menjadi Checking, demikian jugapada Security dapat diturunkan menjadi stack dan
Bond.
Hierarki Data Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuahhirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek.
1. basis data, merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memilikihubungan antar record.
2. berkas/file, merupakan sekumpulan rekaman data yang berkaitan denngan suatu objek
3. record, merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan terhadapobyek tertentu
Penyimpanan Sekunder.
A. Sequential Access Storage Device (SASD, Penyimpanan Berurutan)
Penyimpanan berurutan (sequential storage) adalah suatu organisasi atau penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari satu catatan mengikuti satu catatan lain dalam suatu urutan tertentu. Misalnya, catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Bila penyimpanan berurutan yang digunakan, data pertama harus diproses pertama, data kedua diproses kedua, dan seterusnya sampai akhir file itu tercapai. Sebagian media penyimpanan komputer hanya dapat memproses data yang disusun secara berurutan.
SASD adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang di atur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan kedua diproses pada urutan ke dua, dan seterusnya sampai file tersebut penuh. Prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal. Sudah jarang dipakai dan umumnya hanya untuk backup data
B. Direct Access Storage Device (DASD, Penyimpanan Akses Langsung)
Penyimpanan akses langsung (direct access storage) adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit perangkat keras yang memungkinkan hal ini disebut direct access storage divice (DASD). DASD memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan. Walau beberapa teknologi DASD telah dibuat, yang paling populer adalah piringan magnetic.
Dapat diakses secara langsung di posisinya. Kapasitas lebih besar, harga per bit informasi yang dapat direkam lebih murah, kecepatan lebih lambat berbanding main memory.
Pemerosesan Data.
A. Batch processing
Batch
processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih
dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut
batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai
data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut
terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
Namun sangat tidak efisien.
Contoh
dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing.
Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri
melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke
transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem
secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya,
transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk
meng-up date master file yang berkaitan.
Menurut
Sulianata (2010) Batch processing disebut pula sebagai pengolahan tumpukan
/ metode pengolahan periodic atau pengolahan tertunda (delay process)
Batch
processing memiliki pengertian proses pengolahan terhadap data yang dikumpulkan
atau ditumpuk terlebih dahulu selama beberapa periode yang dikelola sekaligus.
Metode pemrosesan ini digunakan dalam mengenai bentuk – bentuk awal data.
Ciri
– ciri dari Batch processing yaitu adanya periode waktu antara satu pengolahan
dengan pengolahan berikut. Lama proses bergantung pada volume transaksi, jumlah
batch yang diinginkan dan kapasitas pengolahan.
Kapasitas
pengolahan ini mencakup :
1. Card
Reader yang memiliki kecepatan baca kartu, misalnya 72 character per menitnya.
2. Card
Punch atau alat pelubang kartu yang memiliki kemampuan 100 karakter per
menitnya.
Ada
enam tahap yang harus dilalui pada batch processing, seperti :
1. Conversion
atau konversi
2. Edit
atau koreksi
3. Sorting
atau pengurutan
4. File
maintenance atau pemeliharaan file
5. File
extraction atau pengutip atau cuplikan
6. Report
generator atau membuat laporan
B. online processing
Online
Processing merupakan metodologi untuk memberikan pengguna akhir dengan
akses ke sejumlah besar data secara intuitif dan cepat untuk membantu dengan pemotongan
berdasarkan penalaran investigasi. (Wikipedia)
Online
Processing adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai
pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul
merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap
perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk.
contoh
penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahan
online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal,
divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil
pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau
laporan.
C. Real
Time :
Penjadwalan
waktu nyata adalah suatu system penjadwalan yang memiliki batasan
waktu/deadline. Pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.
Sistem dinyatakan gagal jika melewati batas waktu yang ditentukan.
Contohnya
termasuk pemrosesan telemetri roket, aplikasi militer banyak, sistem
penerbangan, dan otomasi industri dan sistem kontrol. Misalnya, jika
terjadi kesalahan di pabrik, sistem real-time harus mampu mendeteksi situasi
dan melakukan beberapa tindakan, seperti memberitahu operator atau mematikan
bidang masalah, dalam waktu beberapa detik.
Dua
model system real time :
1. Hard
real time: system harus menyelesaikan tugas dalam waktu yang
ditentukan,jika tidak maka akan gagal.
Contoh:
Alat pacu jantung. System harus bisa memacu detak jantung , ketika detak
jantung terlihat lemah.
2. Soft
real time: Mendahulukan proses dengan waktu nyata/real timedaripada yang
tidak dengan waktu nyata.
Contoh: linux
Sumber :
https://www.scribd.com/doc/113910929/Hirarki-Data
http://tamiareso.blogspot.com/2012/10/data-sasd-dasd-batch-processing-online.html
http://bachtararif.blogspot.com/2012/10/penjelasan-data-dan-secondary-storage.html
