YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 29 Desember 2014

Tugas 4 : Mata Kuliah Sistem Informasi Psikologi

DATABASE

1. Pengertian Database
Menurut Connolly dan Begg (2010), database adalah sekumpulan data tersebar yang berhubungan secara logis, dan penjelasan dari data ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.

Menurut Inmon (2005), database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan yang disimpanB(biasanya dengan redudansi yang terkontrol dan terbatas) berdasarkan skema. Sebuah database dapat melayani single atau multiple applications.

Menurut Gottschalk dan Saether dalam jurnal (2010), database adalah sekumpulan data yang terorganisir untuk mendukung banyak aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengontrol data redundant.

Berdasarkan definisi-definisi yang dijabarkan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan dan terorganisir yang disimpan berdasarkan skema dengan memusatkan data dan mengontrol data redundant untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.

 2. Era permulaan database ditandai dengan :
           a.       Pengulangan data
           b.      Ketergatungan data

           c.       Kepemilikan data yang tersebar

3.  Konsep Database
a.       Yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file.
b.      Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data.
c.       Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa
d.      membuat perubahan pada program yang memproses data.
e.   Independensi data dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara
f.       fisik dari program.
      g.      Program mengacu pada tabel untuk mengakses data
4. Macam - Macam Database

a.       Struktur Database Hierarkis 
Struktur Database Hierarkis (Hierarchical Database Structure), yaitu struktur kelompok data, subkelompok data dan subkelompok yang lebih kecil lagi menyerupai cabang-cabang pohon. Seperti cabang-cabang pohon, untuk pindah dari suatu catatan di suatu cabang kesuatu catatan di cabang lain, system manajemen database harus kembali ketempat asal percabangan itu. Struktur hierarkis memanfaatkan sumber daya computer secara efisien saat sebagian besar catatan dalam database akan digunakan dalam aplikasi.

b.      Sruktur Database Jaringan
Struktur database jaringan (network database structure) memungkinkan satu Catatan tertentu menunjuk pada catatan lain dalam database . Subkomite Database Task Group CODASYL mengeluarkan spesifikasi struktur database jaringan padaTahun 1971. Jaringan memecahkan masalah keharusan untuk kembali ke tempat asal percabangan database. Secara konseptual, tiap catatan dalam database dapat memiliki penunjuk ke tiap catatan lain di dalam database.

c.       Struktur Database Relational
    Struktur system manajemen relational merupakan system yang menyerupai table-tabel, dan merupakan format yang dapat dipahami secara cepat oleh Manajer dan/atau staf professional

5. Kelebihan dan Kekurangan Database

a.         a.   Kelebihan dari Database:
·      Mengurangi duplikasi data
·      Meningkatkan integritas data
·      Memelihara independensi data
·      Meningkatkan keamanan data
·      Memelihara konsistensi data
·      Manipulasi data lebih canggih
·      Mudah untuk digunakan
·      Mudah untuk di akses

b.      b. Kekurangan dari Database:
·      Sistem lebih rumit, jadi memerlukan tenaga ahli dalam disain, program dan implementasi
·      Lebih mahal
·      Bila ada akses yang tidak benar, kerusakan dapat terjadi
·      Karena semua data di tempat terpusat, kerusakan software dan hardware dapat terjadi
·      Proses pemeliharaan dapat memakan waktu karena ukurannya yang besar
·      Proses back up data memakan waktu

      6.   Peran database dalam psikologi

Dalam bidang psikologi, database bisa digunakan dalam membantu kerja para psikolog misalnya dalam menyimpan data klien agar sistematis / rapi dan tidak tertukar dengan data klien yang lain sehingga data klien-klien tersebut dapat aman karena dalam database ada keamanan data yaitu hanya orang tertentu saja yang dapat mengakses data tersebut. Selain itu, database juga berfungsi dalam penelitian dalam psikologi misalnya penelitian tentang intelegensi pada anak-anak sekolah dasar. Agar dapat dibedakan intelegensi antara anak yang satu dengan anak yang lain maka digunakan database sehingga dapat di beri kode untuk membedakannya dan kemudian dapat dibandingkan dan dapat menghasilkan suatu informasi untuk penelitian tersebut karena database merupakan kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Dalam bidang psikologi industri dan organisasi, database digunakan untuk menyimpan data kinerja setiap pegawai sehingga dapat digunakan dalam menilai perkembangan kinerja kerja pegawai setiap tahunnya.

7.      Contoh pengolahan data
a.      Microsoft Excel.
b.  Minitab à Minitab adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pengolahan statistik. Minitab mengkombinasikan kemudahan penggunaan layaknya Microsoft Excel dengan kemampuannya melakukan analisis statistik yang kompleks. (Wikipedia)
c.  SPSS à SPSS adalah program komputer yang dipakai untuk analisis statistika (Wikipedia).


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

1.1. Konsep Sistem  Organisasional.
Pada dasarnya konsep system organisasional ini memiliki hubungan antara system dan organisasi. Bagaimana system tersebut dapat bisa terorganisasi dengan baik. Sistem itu sendiri adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapaibeberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan hardware dan software  komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangan suatu sistem yang baik disebut System Analysis and Design (SA&D).
Proses SA&D ini didasarkan pada pendekatan sistem untuk mengatasi suatu masalah yang disebabkan oleh beberapa prinsip dasar berikut ini :
ü Seorang manajer harus tahu apa yang dilakukan oleh suatu sistem sebelum membuat spesifikasi bagaimana suatu sistem bekerja.
ü Memilih cakupan yang tepat atas keadaan yang dianalisa akan berpengaruh terhadap masalah apa yang bisa diatasi dan yang tidak.
ü  Suatu masalah (atau sistem) sebenarnya terdiri dari beberapa masalah, sehingga strategi yang tepat adalah mengurutkan masalah yang besar ke masalah yang kecil.
ü  Pemecahan suatu masalah antara satu bagian dengan bagian lain. mungkin sekali berbeda, sehingga pemecahan alternatif yang menunjukan perspektif yang berbeda hendaknya dibuat dan diperbandingkan sebelum hasil akhir dipilih.
ü  Masalah dan pemahamannya berubah ketika dilakukan analisa, sehingga seorang manajer harus mengambil pendekatan bertahap terhadap pemecahan masalah. Hal ini memungkinkan komitmen yang terus bertambah terhadap pemecahan masalah tertentu, dimana keputusannya adalah berlanjut atau tidak ke tahap berikutnya

2. Peranan Informasi Dalam Pemecahan Masalah
Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah  solusi. Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki sebuah situasi yang buruk. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan ke dalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaanatau yang menguntungkan atau yang memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan.
Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakann memilih alternative  tindakan.  Keputusan adalah tindakan tertentu yang di pilih. Biasanya pemecahan masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.
a. Peranan Interpersonal
Ø  Figur Pimpinan: Manajer melakukan tugas-tugas seremonial, seperti memberikan tur ke fasilitas bagi tamu yang berkunjung.
Ø  Pimpinan: Manajer memelihara unitnya dengan memperkerjakan dan melatih staf serta memberikan motivasi dan semangat.
Ø  Hubungan: Manajer melakukan kontak dengan orang-orang diluar unit manajer itu sendiri (sesama manajer dan pihak lain di dalam lingkugan unit) dengn tujuan menjalankan urusan-urusan bisnis.
b. Peranan Informasional
Ø  Monitor: Manajer terus mencari informasi yang berisa kinerja unitnya.
Ø  Desimenator: Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak lain di dalam unitnya.
Ø  Juru Bicara: Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak diluar unit(atasan dan orang-orang di dalam lingkungan).

c. Peranan Keputusan
Ø  Wirausaha: Manajer melakukan perbaikan yang permanen terhadap unit, seperti mengubah struktur organisasi.
Ø  Penanganan Gangguan: Manajer memberikan reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak  di antisipasi sebelumnya, seperti devaluasi mata uang diNegara-negara asing di mana perusahaan memiliki operasi.
Ø  Pengalokasi Sumber Daya: Manajer mengendaikan kas unitnya, menentukan berbagai sub unit mana akan menerima sumber daya apa.
Ø  Negosiator: Manajer menyelesaikan perselisihan Yang terjadi di dalam unit dan antara unit dengan lingkungannya.


SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN


 2.     Tujuan Pengambilan Keputusan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan dapat dicapai dengan mudah dan efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan kegiatan. Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan organisasi. Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut

 3.      Peran Sistem Pembuatan Keputusan dalam pemecahan masalah dan  contohnya
a.    Pemecahan masalah
Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi/ aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satunya kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasikan berbagai alternatif keputusan.
b.    Pendekatan sistem
Proses pemecahan masalah secara sistematis bermulai dari John dewey, seorang profesor filosofi dari colombia university. Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai.
       1.  Mengenali kontroversi
       2.  Menimbang klaim alternatif
       3.  Membentuk penilaian
Serangkaian langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami ,solusi alternatif dipertimbangkan dan solusi yang dipilih bekerja.
        Contoh :
Jika dalam suatu organisasi memiliki masalah, maka buat lah dua jenis jalan keluar,buat voting antara dua jawaban tersebut  sebagai sistem pengambilan keputusan, agar solusi yang di dapatkan apat menyelesaikan masalah dengan baik.

sumber :
http://bangkit-kurniawan.blogspot.com/2012/12/struktur-database.html
http://syafriyandika.blogspot.com/2012/04/jenis-fungsi-dan-tujuan-pengambilan.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/struktur-database/
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CDIQFjAD&url=http%3A%2F%2Fthesis.binus.ac.id%2Fdoc%2FBab2Doc%2F2012-1-00012-SI%2520Bab2001.doc&ei=tKF0VKn5BJPjuQTx9ICQDA&usg=AFQjCNH-djpK08a4xY-_DWDaR5chBt1p_A&bvm=bv.80185997,d.c2E
http://nurresti.blogspot.com/2011/12/sistem-informasi-organisasional.html
http://queenofpurple-agnecya.blogspot.com/2011/04/fungsi-database-dalam-psikologi.html
http://marimengenaldatabase.blogspot.com/2011/11/kelebihan-dan-kekurangan-database.html
file:///C:/Program%20Files%20(x86)/Google/Chrome/Application/38.0.2125.111/SIM1-Database.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar