DATABASE
1. Pengertian Database
Menurut Connolly dan Begg (2010), database adalah sekumpulan data tersebar yang berhubungan secara logis, dan penjelasan dari data ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.
Menurut Inmon (2005), database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan yang disimpanB(biasanya dengan redudansi yang terkontrol dan terbatas) berdasarkan skema. Sebuah database dapat melayani single atau multiple applications.
Menurut Gottschalk dan Saether dalam jurnal (2010), database adalah sekumpulan data yang terorganisir untuk mendukung banyak aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengontrol data redundant.
Berdasarkan definisi-definisi yang dijabarkan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan dan terorganisir yang disimpan berdasarkan skema dengan memusatkan data dan mengontrol data redundant untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.
2. Era permulaan database ditandai dengan :
a. Pengulangan
data
b. Ketergatungan
data
c. Kepemilikan
data yang tersebar
3. Konsep Database
a. Yaitu
integrasi logis dari catatan-catatan file.
b. Tujuan
dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi
data.
c. Independensi
data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa
d. membuat
perubahan pada program yang memproses data.
e. Independensi
data dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah
secara
f. fisik
dari program.
g. Program
mengacu pada tabel untuk mengakses data
4. Macam - Macam Database
a.
Struktur Database
Hierarkis
Struktur Database Hierarkis (Hierarchical Database Structure), yaitu struktur
kelompok data, subkelompok data dan subkelompok yang lebih kecil lagi
menyerupai cabang-cabang pohon. Seperti cabang-cabang pohon, untuk pindah dari
suatu catatan di suatu cabang kesuatu catatan di cabang lain, system manajemen
database harus kembali ketempat asal percabangan itu. Struktur hierarkis
memanfaatkan sumber daya computer secara efisien saat sebagian besar catatan
dalam database akan digunakan dalam aplikasi.
b.
Sruktur Database
Jaringan
Struktur database jaringan (network database structure)
memungkinkan satu Catatan tertentu menunjuk pada catatan lain dalam database .
Subkomite Database Task Group CODASYL mengeluarkan spesifikasi struktur
database jaringan padaTahun 1971. Jaringan memecahkan masalah keharusan untuk
kembali ke tempat asal percabangan database. Secara konseptual, tiap catatan
dalam database dapat memiliki penunjuk ke tiap catatan lain di dalam database.
c.
Struktur Database
Relational
Struktur system manajemen relational merupakan system yang
menyerupai table-tabel, dan merupakan format yang dapat dipahami secara cepat
oleh Manajer dan/atau staf professional
5. Kelebihan
dan Kekurangan Database
a. a. Kelebihan dari Database:
·
Mengurangi duplikasi data
·
Meningkatkan integritas data
·
Memelihara independensi data
·
Meningkatkan keamanan data
·
Memelihara konsistensi data
·
Manipulasi data lebih canggih
·
Mudah untuk digunakan
·
Mudah untuk di akses
b. b. Kekurangan dari Database:
·
Sistem lebih rumit, jadi memerlukan tenaga ahli
dalam disain, program dan implementasi
·
Lebih mahal
·
Bila ada akses yang tidak benar, kerusakan dapat
terjadi
·
Karena semua data di tempat terpusat,
kerusakan software dan hardware dapat terjadi
·
Proses pemeliharaan dapat memakan waktu karena
ukurannya yang besar
·
Proses back up data memakan waktu
6. Peran
database dalam psikologi
Dalam bidang
psikologi, database bisa digunakan dalam membantu kerja para psikolog misalnya
dalam menyimpan data klien agar sistematis / rapi dan tidak tertukar dengan
data klien yang lain sehingga data klien-klien tersebut dapat aman karena dalam
database ada keamanan data yaitu hanya orang tertentu saja yang dapat mengakses
data tersebut. Selain itu, database juga berfungsi dalam penelitian dalam
psikologi misalnya penelitian tentang intelegensi pada anak-anak sekolah dasar.
Agar dapat dibedakan intelegensi antara anak yang satu dengan anak yang lain
maka digunakan database sehingga dapat di beri kode untuk membedakannya dan
kemudian dapat dibandingkan dan dapat menghasilkan suatu informasi untuk
penelitian tersebut karena database merupakan kumpulan informasi yang disimpan
di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data
tersebut. Dalam bidang psikologi industri dan organisasi, database digunakan
untuk menyimpan data kinerja setiap pegawai sehingga dapat digunakan dalam menilai
perkembangan kinerja kerja pegawai setiap tahunnya.
7. Contoh
pengolahan data
a.
Microsoft Excel.
b. Minitab à
Minitab adalah
program komputer yang dirancang untuk melakukan pengolahan statistik. Minitab mengkombinasikan
kemudahan penggunaan layaknya Microsoft Excel dengan kemampuannya melakukan
analisis statistik yang kompleks. (Wikipedia)
c. SPSS à
SPSS adalah
program komputer yang dipakai untuk analisis statistika (Wikipedia).
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1.1. Konsep Sistem Organisasional.
Pada dasarnya konsep system organisasional ini memiliki
hubungan antara system dan organisasi. Bagaimana system tersebut dapat bisa
terorganisasi dengan baik. Sistem itu sendiri adalah seperangkat komponen yang
saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapaibeberapa tujuan. Sistem
informasi adalah kumpulan hardware dan software komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan
orang yang bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi
data dan informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangan suatu sistem
yang baik disebut System Analysis and Design (SA&D).
Proses SA&D ini didasarkan pada pendekatan
sistem untuk mengatasi suatu masalah yang disebabkan oleh beberapa prinsip
dasar berikut ini :
ü Seorang manajer harus tahu apa yang dilakukan oleh
suatu sistem sebelum membuat spesifikasi bagaimana suatu sistem bekerja.
ü Memilih cakupan yang tepat atas keadaan yang
dianalisa akan berpengaruh terhadap masalah apa yang bisa diatasi dan yang
tidak.
ü Suatu masalah (atau sistem) sebenarnya terdiri dari
beberapa masalah, sehingga strategi yang tepat adalah mengurutkan masalah yang
besar ke masalah yang kecil.
ü Pemecahan suatu masalah antara satu bagian dengan bagian
lain. mungkin sekali berbeda, sehingga pemecahan alternatif yang menunjukan
perspektif yang berbeda hendaknya dibuat dan diperbandingkan sebelum hasil
akhir dipilih.
ü Masalah dan pemahamannya berubah ketika dilakukan
analisa, sehingga seorang manajer harus mengambil pendekatan bertahap terhadap
pemecahan masalah. Hal ini memungkinkan komitmen yang terus bertambah terhadap
pemecahan masalah tertentu, dimana keputusannya adalah berlanjut atau tidak ke
tahap berikutnya
2. Peranan Informasi Dalam Pemecahan Masalah
Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah
solusi. Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah
suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan
frase mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita
mengartikan frase memperbaiki sebuah situasi yang buruk. Kita akan
memperhitungkan peraihan kesempatan ke dalam pemecahan masalah dengan
mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau
memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaanatau yang menguntungkan
atau yang memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan.
Selama proses pemecahan masalah, manajer akan
terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakann memilih alternative
tindakan. Keputusan adalah tindakan tertentu yang di pilih. Biasanya
pemecahan masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.
a. Peranan Interpersonal
Ø Figur Pimpinan: Manajer melakukan
tugas-tugas seremonial, seperti memberikan tur ke fasilitas bagi tamu yang
berkunjung.
Ø Pimpinan: Manajer memelihara unitnya
dengan memperkerjakan dan melatih staf serta memberikan motivasi dan semangat.
Ø Hubungan: Manajer melakukan kontak
dengan orang-orang diluar unit manajer itu sendiri (sesama manajer
dan pihak lain di dalam lingkugan unit) dengn tujuan menjalankan urusan-urusan
bisnis.
b. Peranan Informasional
Ø Monitor: Manajer terus mencari informasi
yang berisa kinerja unitnya.
Ø Desimenator: Manajer meneruskan
informasi yang berharga ke pihak-pihak lain di dalam unitnya.
Ø Juru Bicara: Manajer meneruskan
informasi yang berharga ke pihak-pihak diluar unit(atasan dan orang-orang di
dalam lingkungan).
c. Peranan Keputusan
Ø Wirausaha: Manajer melakukan perbaikan
yang permanen terhadap unit, seperti mengubah struktur organisasi.
Ø Penanganan Gangguan: Manajer memberikan
reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak di antisipasi sebelumnya,
seperti devaluasi mata uang diNegara-negara asing di mana perusahaan memiliki
operasi.
Ø Pengalokasi Sumber Daya: Manajer
mengendaikan kas unitnya, menentukan berbagai sub unit mana akan
menerima sumber daya apa.
Ø Negosiator: Manajer menyelesaikan
perselisihan Yang terjadi di dalam unit dan antara unit dengan
lingkungannya.
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
2. Tujuan Pengambilan Keputusan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu
dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua
kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan dapat dicapai dengan mudah dan
efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan
kegiatan. Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan organisasi.
Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut
3.
Peran Sistem
Pembuatan Keputusan dalam pemecahan masalah dan contohnya
a. Pemecahan masalah
Pentingnya
pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi
pada konsekuensinya. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi/
aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah
tersebut. Salah satunya kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasikan
berbagai alternatif keputusan.
b.
Pendekatan
sistem
Proses pemecahan
masalah secara sistematis bermulai dari John dewey, seorang profesor filosofi
dari colombia university. Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang
terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai.
1. Mengenali
kontroversi
2. Menimbang
klaim alternatif
3. Membentuk
penilaian
Serangkaian langkah pemecahan masalah
yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami ,solusi alternatif
dipertimbangkan dan solusi yang dipilih bekerja.
Contoh
:
Jika dalam suatu
organisasi memiliki masalah, maka buat lah dua jenis jalan keluar,buat voting
antara dua jawaban tersebut sebagai
sistem pengambilan keputusan, agar solusi yang di dapatkan apat menyelesaikan
masalah dengan baik.
sumber :
http://bangkit-kurniawan.blogspot.com/2012/12/struktur-database.html
http://syafriyandika.blogspot.com/2012/04/jenis-fungsi-dan-tujuan-pengambilan.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/struktur-database/
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CDIQFjAD&url=http%3A%2F%2Fthesis.binus.ac.id%2Fdoc%2FBab2Doc%2F2012-1-00012-SI%2520Bab2001.doc&ei=tKF0VKn5BJPjuQTx9ICQDA&usg=AFQjCNH-djpK08a4xY-_DWDaR5chBt1p_A&bvm=bv.80185997,d.c2E
http://nurresti.blogspot.com/2011/12/sistem-informasi-organisasional.html
http://queenofpurple-agnecya.blogspot.com/2011/04/fungsi-database-dalam-psikologi.html
http://marimengenaldatabase.blogspot.com/2011/11/kelebihan-dan-kekurangan-database.html
file:///C:/Program%20Files%20(x86)/Google/Chrome/Application/38.0.2125.111/SIM1-Database.pdf
http://syafriyandika.blogspot.com/2012/04/jenis-fungsi-dan-tujuan-pengambilan.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/struktur-database/
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CDIQFjAD&url=http%3A%2F%2Fthesis.binus.ac.id%2Fdoc%2FBab2Doc%2F2012-1-00012-SI%2520Bab2001.doc&ei=tKF0VKn5BJPjuQTx9ICQDA&usg=AFQjCNH-djpK08a4xY-_DWDaR5chBt1p_A&bvm=bv.80185997,d.c2E
http://nurresti.blogspot.com/2011/12/sistem-informasi-organisasional.html
http://queenofpurple-agnecya.blogspot.com/2011/04/fungsi-database-dalam-psikologi.html
http://marimengenaldatabase.blogspot.com/2011/11/kelebihan-dan-kekurangan-database.html
file:///C:/Program%20Files%20(x86)/Google/Chrome/Application/38.0.2125.111/SIM1-Database.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar